SITUBONDO, | SniperNews.Id - Objek wisata buatan Ghunong Bunter yang terletak di Desa Kedunglo, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur yang terbakar pada Sabtu (10/06/2023) siang. Ditaksir nilai kerugiannya mencapai 60 Jutaan. Hal itu disampaikan R. Awang Ishartono (63) pada snipernews.id.
Awang yang merupakan Ketua RUBI (Rumah Bonsai Indonesia) Cabang Situbondo yang membudidayakan tanaman bonsai di lahan wisata itu merinci nilai kerugian termasuk bakalan bonsai yang dia tanam.
"Ada belasan bakalan bonsai beringin yang digrounding terbakar bersama 3 pohon jati, 2 pohon asam, 108 jati yang ditebang baik yang sudah diolah maupun tidak, berbentuk kusen, sirap, usuk dan reng. Sebelum itu juga ada 50 pohon termasuk kamelina serta ratusan ban mobil," jelas Awang.
Ada yang luput dari kalkulasi pihak berwajib selain nilai bakalan bonsai yang tidak murah, imbuhnya, adalah biaya operasional tebang angkut dan pengolahan kayu-kayu tersebut.
"Yang utama, kami sangat mengapresiasi kesigapan warga ketika petugas pemadam kebakaran belum tiba sudah kompak menyiram dengan alat seadanya. Meski selang kecil dan memadamkan api dengan tanah, upaya itu meminimalisasi rembetan api," ujar Awang.
Awang menyampaikan terima kasih terhadap respon cepat petugas kepolisian, BPBD (Badan Pengendalian Bencana Daerah) Kabupaten Situbondo, pemadam kebakaran, Satpol PP serta kepala desa juga Camat Asembagus yang segera turun ke lokasi kejadian.
Foto : Tampak Camat Asembagus Adi Rukmono memantau lokasi kejadian terbakarnya material kayu di Wisata Ghunong Bunter, Situbondo.Data yang dihimpun media ini, musibah kebakaran bermula ketika Arifin, pekerja wisata tersebut membakar sampah daun kering yang berjarak kurang lebih 2 meter dari tumpukan material kayu yang rata-rata panjang 4 meter dengan lebar 3 meter dan tinggi 2,5 meter sekitar pukul 10 pagi. Oleh sebab situasi angin bertiup kencang dan cuaca panas api dengan cepat merambat dan membakar tumpukan material tersebut.
Pada akhirnya, sekira pukul 13.15 WIB api benar-benar telah padam dan tak tampak bara api yang tersisa karena telah dilakukan pembasahan.
(ik)